Renungan Harian Rabu 8 April 2026

Renungan Harian

Rabu, 8 April 2026

 

Kisah Para Rasul 2: 38

Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”.

 

Renungan: “Bertobat, Dibaharui, dan Dipenuhi Roh Kudus”

 

Kisah Para Rasul 2:38 muncul dari sebuah momen yang sangat mendalam dalam kehidupan iman gereja mula-mula. Pada peristiwa Pentakosta, ketika Roh Kudus dicurahkan, terjadi sesuatu yang mengguncang hati banyak orang. Mereka tidak hanya takjub melihat fenomena bahasa, tetapi lebih dari itu, mereka tersentuh oleh kebenaran yang disampaikan oleh Rasul Petrus. Khotbah Petrus menyingkapkan bahwa Yesus Kristus yang mereka salibkan adalah Tuhan dan Mesias. Mendengar hal itu, hati mereka tertusuk. Mereka tidak lagi bisa bersikap biasa. Mereka bertanya dengan penuh kegelisahan: “Apakah yang harus kami perbuat?”

 

Pertanyaan itu bukan sekadar pertanyaan biasa, melainkan jeritan hati manusia yang sadar akan dosanya dan merindukan jalan keluar. Di titik itulah Petrus menjawab: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Jawaban ini tidak panjang, tetapi sangat dalam. Ia bukan hanya sebuah nasihat moral, melainkan jalan keselamatan.

 

Ketika Petrus berkata “bertobatlah”, ia menggunakan kata yang dalam bahasa aslinya berarti perubahan total, perubahan pikiran, hati, dan arah hidup. Ini bukan sekadar merasa bersalah atau menyesal, tetapi sebuah keputusan untuk berbalik. Manusia tidak lagi berjalan menjauhi Allah, melainkan kembali kepada-Nya. Pertobatan adalah titik awal, tetapi sekaligus fondasi dari kehidupan yang baru.

 

Kemudian Petrus mengaitkan pertobatan itu dengan baptisan dalam nama Yesus Kristus. Baptisan bukan hanya tindakan simbolis, tetapi pernyataan identitas. Orang yang dibaptis menyatakan bahwa ia sekarang menjadi milik Kristus. Ia masuk ke dalam hidup yang baru, hidup yang berada di bawah otoritas dan kasih Tuhan. Baptisan menjadi tanda lahiriah dari sesuatu yang sudah terjadi di dalam batin, yaitu pertobatan dan iman.

 

Namun, firman ini tidak berhenti pada pengampunan dosa. Ada janji yang luar biasa: menerima karunia Roh Kudus. Ini berarti bahwa Allah tidak hanya menghapus masa lalu manusia, tetapi juga memberikan masa depan yang baru. Roh Kudus hadir dalam kehidupan orang percaya sebagai penolong, penghibur, dan penuntun. Kehidupan Kristen bukanlah perjuangan sendirian, melainkan kehidupan yang dijalani bersama dengan kuasa Allah sendiri yang bekerja di dalam diri kita.

 

Di sinilah kita melihat bahwa keselamatan bukan hanya soal diampuni, tetapi juga soal diperbaharui. Allah tidak hanya mengangkat kita dari dosa, tetapi juga membentuk kita menjadi ciptaan yang baru. Hidup yang lama perlahan ditinggalkan, dan hidup yang baru mulai bertumbuh.

 

Bagi kita hari ini, firman ini tetap berbicara dengan kuat. Banyak orang bisa tersentuh oleh firman Tuhan, merasa terharu, bahkan menangis, tetapi berhenti sampai di sana. Kisah ini mengingatkan bahwa keterharuan harus diikuti oleh keputusan. Pertobatan tidak bisa ditunda, karena setiap penundaan adalah kesempatan yang terlewat untuk mengalami pembaharuan.

 

Firman ini juga mengingatkan kita tentang identitas kita. Jika kita telah dibaptis dalam nama Kristus, maka hidup kita bukan lagi milik kita sendiri. Kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dan dalam perjalanan itu, kita tidak sendirian. Roh Kudus yang dijanjikan itu tetap bekerja sampai hari ini, menguatkan dalam kelemahan, menegur dalam kesalahan, dan menuntun dalam kebenaran.

 

Akhirnya, Kisah Para Rasul 2:38 adalah undangan yang terus bergema sepanjang zaman: kembali kepada Allah, tinggalkan hidup yang lama, dan hiduplah dalam kuasa Roh Kudus. Di dalam Yesus Kristus selalu ada pengampunan, selalu ada kesempatan baru, dan selalu ada kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus bagi setiap orang yang mau datang kepada-Nya. Amin.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, MTh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *