BERITA PERSEKUTUAN SEKSI AMA HKBP SLIPI Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak Jakarta, Kamis 9 April 2026 | Volume I • No. 4 • April 2026

BERITA PERSEKUTUAN

SEKSI AMA HKBP SLIPI

Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak

Jakarta, Kamis 9 April 2026 | Volume I • No. 4 • April 2026

 

 

INTEGRITAS: KOMPAS KEHIDUPAN

KAUM BAPAK DI DUNIA KERJA DAN MASYARAKAT

Pdt. David F. Sibuea, MTh., D.Min Tegaskan Kejujuran Sebagai Fondasi yang Tak Tergantikan bagi Setiap Kaum Bapak Kristen

 

Flyer undangan resmi Kebaktian Bulanan Kaum Bapak HKBP Slipi, 9 April 2026.

 

 

Jakarta, 9 April 2026. Gedung HKBP Ressort Slipi, Jakarta Barat, pada Kamis malam dipenuhi kehangatan persekutuan ketika puluhan kaum bapak jemaat berkumpul dalam Kebaktian Bulanan Kaum Bapak yang diselenggarakan oleh Seksi Ama HKBP Slipi. Acara yang menjadi agenda rutin bulanan ini menghadirkan Pdt. David F. Sibuea, MTh., D.Min — mantan Sekretaris Jenderal HKBP periode 2016–2020 — sebagai pengkhotbah dengan tema yang sangat relevan dan menggugah: “Integritas Kaum Bapak di Dunia Kerja dan Masyarakat” berdasarkan Amsal 11:3.

Kebaktian yang dimulai pukul 18.30 WIB ini didahului dengan acara makan malam bersama yang sudah menjadi tradisi khas persekutuan kaum bapak HKBP Slipi. Suasana keakraban terjalin sejak awal, ketika para peserta menikmati hidangan bersama sambil saling menyapa dan berbagi kabar. Wijk IV dan Wijk V mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelayanan pada kesempatan ini, menunjukkan semangat gotong royong dan tanggung jawab pelayanan yang terdistribusi secara merata di antara seluruh wijk jemaat.

 

BERITA PERSEKUTUANSEKSI AMA HKBP SLIPI Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak Jakarta, Kamis 9 April 2026 | Volume I • No. 4 • April 2026
BERITA PERSEKUTUAN
SEKSI AMA HKBP SLIPI
Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak
Jakarta, Kamis 9 April 2026 | Volume I • No. 4 • April 2026

Foto: Pdt. David F. Sibuea, MTh., D.Min tampil penuh semangat dan karismatik menyampaikan khotbah tentang integritas di hadapan kaum bapak HKBP Slipi. Dengan mikrofon di tangan dan senyum yang memancarkan ketulusan, beliau berdiri di depan meja pelayanan di area altar gereja, menyampaikan pesan-pesan Firman Tuhan dengan gaya komunikasi yang hangat, interaktif, dan penuh humor. Latar belakang mimbar kayu berukir dan rangkaian bunga altar menambah kekhidmatan suasana ibadah malam itu.

 

Integritas: Kompas yang Menuntun Arah Kehidupan

Membuka khotbahnya, Pdt. David mengangkat analogi yang sangat kuat dan mudah dipahami: kompas. Sebagaimana kompas bekerja berdasarkan medan magnet bumi untuk menunjukkan delapan arah mata angin — Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, dan Barat Laut — dan menjadi instrumen vital bagi para pelaut di lautan lepas, demikian pula integritas berfungsi sebagai penuntun arah bagi setiap kaum bapak Kristen dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh tantangan dan godaan.

Mengutip Amsal 11:3 — “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya” — beliau menegaskan bahwa integritas bukanlah sekadar soal kejujuran dalam perkataan, melainkan keselarasan total antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan. “Integritas adalah hidup yang sama di depan dan di belakang, tidak berpura-pura, tidak bermuka dua, tidak bersandiwara. Hidup sesuai dengan kehendak Tuhan,” tegas beliau dengan penuh keyakinan.

Tiga Pilar Integritas: Komitmen, Konsistensi, dan Konsekuensi

Salah satu poin paling berkesan dari khotbah Pdt. David adalah konsep “Segitiga Sama Sisi Integritas” yang terdiri dari tiga pilar yang saling terkait dan tidak terpisahkan:

KOMITMEN

KONSISTENSI

KONSEKUENSI

Berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, tidak mengingkari janji, dan setia pada prinsip iman Kristiani dalam segala situasi.

Menjalani hidup dengan standar moral yang sama setiap hari, bukan hanya saat diawasi atau dalam keadaan nyaman.

Siap menanggung risiko dan akibat dari setiap keputusan yang diambil dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan dan sesama.

 

Beliau mengibaratkan ketiga pilar ini sebagai segitiga sama sisi: jika salah satu sisi hilang, maka bentuknya tidak lagi utuh. Demikian pula integritas — tanpa komitmen, konsistensi menjadi kosong; tanpa konsistensi, komitmen hanyalah janji; dan tanpa konsekuensi, keduanya menjadi tidak bermakna.

“Selambat apa pun kejujuran… akan sampai juga.

Secepat apa pun kebohongan… akan ketahuan dan jatuh.”

— Pdt. David F. Sibuea, MTh., D.Min

 

Ketulusan Membawa Perlindungan Tuhan

Pdt. David melanjutkan khotbahnya dengan menekankan dimensi spiritualitas dari integritas. Beliau menjelaskan bahwa ketulusan hati bukan sekadar sifat baik secara moral, tetapi merupakan bentuk perlindungan ilahi. Orang yang tulus tidak licik, tidak mencari keuntungan dengan cara yang salah, tidak memanipulasi orang lain, tidak merekayasa, dan tidak menyembunyikan maksud jahat. Meskipun mereka mungkin terlihat sederhana di mata dunia, namun hidup mereka dijaga oleh Tuhan.

“Tuhan lebih berkenan kepada hati yang tulus daripada keberhasilan yang penuh tipu daya,” tegas Pdt. David, mengingatkan bahwa Tuhan melihat proses dan motivasi hati, bukan hanya hasil akhir yang tampak di permukaan. Pernyataan ini mengundang refleksi mendalam dari para hadirin, yang sebagian besar adalah profesional dan pelaku usaha yang sehari-hari berhadapan dengan dinamika dunia kerja yang penuh tekanan.

Kecurangan: Jalan Pintas Menuju Kehancuran

Dengan nada yang lebih tegas, beliau memperingatkan bahwa Firman Tuhan sangat jelas: orang yang curang mungkin merasakan keberhasilan sementara yang terasa manis, tetapi akhirnya akan mengalami kejatuhan. Kebohongan akan terbongkar, ketidakjujuran akan membawa masalah, dan dosa yang disembunyikan akan merusak kehidupan. Prinsip tabur-tuai berlaku sebagai hukum alam yang tidak bisa dihindari.

Beliau memberikan contoh-contoh nyata yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini: penipuan daring yang marak terjadi, peretasan data pribadi, korupsi dan penyalahgunaan jabatan, kebohongan yang merusak kepercayaan, serta pengkhianatan yang menghancurkan diri sendiri dan relasi dengan sesama. Mengutip pepatah bijak — “sepandai-pandai tupai meloncat, akhirnya jatuh juga” — Pdt. David mengingatkan bahwa tidak ada kecurangan yang dapat bertahan selamanya.

 

Sepuluh Wujud Integritas dalam Dunia Kerja

Bagian yang paling praktis dan aplikatif dari khotbah Pdt. David adalah uraian beliau tentang sepuluh wujud nyata integritas dalam dunia kerja. Poin-poin ini disampaikan secara sistematis dan disertai ilustrasi yang membumi, sehingga mudah dipahami dan diterapkan oleh para peserta:

1. Selalu Siap Bekerja

Menunjukkan kesiapan dan dedikasi kapan pun dan di mana pun tugas pekerjaan membutuhkan, tanpa mengeluh atau mencari alasan.

2. Disiplin dan Tepat Waktu

Tepat waktu merupakan bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap pekerjaan serta rekan kerja.

3. Jujur terhadap Kelemahan

Mengakui keterbatasan diri bukan berarti lemah, justru menunjukkan kekuatan karakter dan kedewasaan.

4. Komit, Konsisten, Konsekuen

Tidak mengingkari janji, siap menanggung risiko, dan menghindari janji yang tidak bisa ditepati.

5. Mengakui Kesalahan

Berani bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat, bukan menyembunyikan atau menyalahkan orang lain.

6. Menyelesaikan Konflik

Menghadapi perselisihan dengan pendekatan profesional dan mencari jalan keluar yang adil.

7. Keteladanan

Memberikan contoh yang baik bagi lingkungan kerja melalui perilaku dan tindakan nyata sehari-hari.

8. Terpercaya Menjaga Rahasia

Menjaga informasi yang dipercayakan oleh atasan atau kolega dengan penuh tanggung jawab.

9. Membela yang Benar

Berani bersuara untuk kebenaran walaupun berisiko, mengatakan ya atau tidak dengan tegas.

10. Bertanggung Jawab

Saling mendukung antar kolega dan melakukan handover pekerjaan dengan baik saat dibutuhkan.

 

Lima Dampak Positif Integritas

Pdt. David juga memaparkan lima dampak positif yang dihasilkan ketika seseorang menjalani hidup berintegritas di tempat kerja dan usahanya:

1

Menciptakan Reputasi Baik

Integritas membangun citra positif yang menjadi modal sosial paling berharga dalam karier dan usaha.

2

Membangun Nama Baik Institusi

Pelanggan dan mitra bisnis mempercayai perusahaan yang dikelola oleh orang-orang berintegritas, menjamin keberlangsungan jangka panjang.

3

Menciptakan Budaya Organisasi Sehat

Pemimpin berintegritas menjadi teladan yang membentuk kepercayaan dan kolaborasi antar karyawan.

4

Menarik Karyawan Beretika Tinggi

Organisasi berintegritas menjadi magnet bagi talenta terbaik yang memiliki standar moral tinggi.

5

Meningkatkan Potensi Penghasilan

Perusahaan yang jujur dan transparan mendapatkan rasa hormat industri dan pangsa pasar yang lebih besar.

 

Beliau menekankan bahwa seseorang yang memiliki integritas umumnya juga memiliki motivasi tinggi dalam bekerja, kesadaran diri, solidaritas, empati, simpati, dan kestabilan emosi. Kualitas-kualitas ini menjadikan mereka aset berharga bagi organisasi sekaligus berkat bagi masyarakat di sekitarnya.

Integritas dalam Masyarakat: Panggilan untuk Berdampak

Memasuki bagian akhir khotbahnya, Pdt. David memperluas cakupan pembahasan ke ranah kehidupan bermasyarakat. Beliau menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup seorang diri. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari bahasa Arab “syaraka” yang berarti “ikut serta, berpartisipasi,” sementara dalam bahasa Inggris “society” berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti “kawan.”

Beliau mengajak setiap kaum bapak untuk merefleksikan tiga fungsi utama masyarakat: fungsi untuk mencapai tujuan bersama, fungsi interaksi dan koordinasi antar unit sosial, serta fungsi pemeliharaan prinsip-prinsip luhur kehidupan. Dalam konteks inilah, integritas menjadi fondasi yang memungkinkan setiap kaum bapak menjalankan perannya sebagai imam, pemimpin, dan teladan iman — bukan hanya dalam keluarga dan gereja, tetapi juga di tengah masyarakat luas.

 

Sesi Tanya Jawab: Memperdalam Integritas dalam Praktik Nyata

Salah satu momen paling dinamis dan berkesan dalam kebaktian malam itu adalah sesi tanya jawab yang berlangsung setelah khotbah disampaikan. Sesi ini menjadi wadah bagi para kaum bapak untuk memperdalam pemahaman mereka tentang penerapan integritas secara konkret dalam kehidupan sehari-hari — khususnya di dunia kerja profesional, usaha bisnis, dan pergaulan sosial.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta menyentuh dilema-dilema etis yang sangat nyata dan relevan: bagaimana mempertahankan integritas ketika lingkungan kerja justru menoleransi praktik-praktik yang tidak jujur? Bagaimana menyeimbangkan tuntutan target bisnis dengan prinsip kejujuran? Apakah integritas tidak justru menjadi penghambat karier di era yang serba kompetitif ini?

Dengan kebijaksanaan seorang pendeta senior yang kaya pengalaman pelayanan, Pdt. David menjawab setiap pertanyaan dengan penuh empati dan kedalaman teologis. Beliau menekankan bahwa integritas memang bukan jalan yang mudah, tetapi merupakan jalan yang benar. “Kita yang menentukan pilihan setiap hari — jujur atau curang, tulus atau munafik, benar atau salah. Integritas bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba, tetapi dibangun dari keputusan kecil setiap hari,” ujarnya mengutip Lukas 16:10 tentang kesetiaan dalam perkara kecil.

Sesi interaktif ini juga diwarnai diskusi tentang aspek praktis kejujuran — dimulai dari hal-hal sederhana seperti jujur terhadap diri sendiri, jujur dalam keluarga, jujur dalam pekerjaan, hingga jujur dalam segala hal. Pdt. David mengingatkan bahwa “rasa tidak bisa dibohongi selain oleh lidah kita yang sakit” — sebuah ungkapan yang mengena dan mengundang senyum sekaligus refleksi dari para peserta. Diskusi yang hangat ini semakin mempererat persekutuan dan menunjukkan betapa besarnya kerinduan kaum bapak HKBP Slipi untuk bertumbuh dalam iman dan karakter.

 

Dokumentasi: Potret Persekutuan yang Hangat

 

 

Foto: Foto bersama seluruh peserta Kebaktian Bulanan Kaum Bapak HKBP Slipi dengan pengkhotbah Pdt. David F. Sibuea, MTh., D.Min (berdiri di barisan depan, mengenakan jas gelap dan dasi merah) di depan altar Gereja HKBP Ressort Slipi. Salib emas yang menjulang megah dengan tirai putih menjadi latar belakang yang penuh makna, menyimbolkan iman Kristiani yang menjadi fondasi persekutuan kaum bapak. Tampak para peserta dengan beragam latar belakang profesi — mengenakan batik, kemeja, dan jas — berdiri bersama dalam satu barisan persaudaraan iman yang menyatukan berbagai generasi. Rangkaian bunga heliconia dan altar yang tertata indah menambah kesakralan momen dokumentasi ini.

 

Ruang Lingkup Integritas: Enam Dimensi Kehidupan

Sebagai penutup khotbahnya, Pdt. David memperkenalkan kerangka holistik tentang ruang lingkup integritas yang mencakup enam dimensi kehidupan yang saling terkait:

K

Karakter Kerja — Membangun etos kerja yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab

P

Perilaku Pribadi Positif — Menjalani kehidupan sehari-hari dengan teladan kebaikan

M

Management — Mengelola diri, waktu, dan sumber daya dengan bijak dan teratur

R

Rohani — Memelihara kehidupan rohani yang konsisten melalui doa, firman, dan ibadah

J

Jasmani — Menjaga kesehatan fisik sebagai bait Roh Kudus yang harus dipelihara

I

Intelektual — Mengembangkan kecerdasan yang positif, membangun, dan berdampak

 

Keenam dimensi ini, menurut Pdt. David, harus dijalankan secara simultan dan holistik — tidak parsial. Integritas bukan hanya tentang satu aspek kehidupan, tetapi tentang keseluruhan diri kita sebagai kaum bapak yang dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia.

 

Penutup: Persekutuan yang Membangun dan Menguatkan

Kebaktian ditutup dengan doa syafaat bersama yang dipimpin oleh St AY Sinaga, memohon agar setiap kaum bapak HKBP Slipi dimampukan oleh Tuhan untuk menjalani hidup berintegritas di tengah tantangan zaman. Para peserta kemudian saling berjabat tangan dan berpelukan dalam semangat persaudaraan Kristiani yang tulus.

Kehadiran Pdt. David F. Sibuea sebagai pengkhotbah memberikan dimensi khusus bagi persekutuan malam itu. Pengalaman beliau sebagai mantan Sekretaris Jenderal HKBP yang pernah memimpin organisasi gerejawi terbesar di Indonesia memberikan bobot tersendiri pada setiap pesan yang disampaikan. Beliau bukan hanya berkhotbah tentang integritas secara teori, tetapi membagikan kebijaksanaan dari perjalanan pelayanan yang panjang dan penuh pembelajaran.

Melalui kebaktian bulanan seperti ini, Seksi Ama HKBP Slipi terus berkomitmen untuk menjadi wadah pembinaan dan penguatan iman bagi kaum bapak jemaat. Kiranya, sebagaimana harapan yang tertulis dalam flyer undangan acara ini: “Kiranya melalui kebaktian ini, iman Kaum Bapak semakin diteguhkan, persekutuan semakin erat, dan peran Kaum Bapak sebagai imam, pemimpin, serta teladan iman semakin nyata dalam keluarga dan jemaat.”

 

HORAS! — Tuhan Memberkati Persekutuan Kaum Bapak HKBP Slipi

 

 

Liputan & Penulisan: Tim Media Seksi Ama HKBP Slipi

Dokumentasi Foto: Panitia Kebaktian Bulanan Kaum Bapak

BERITA PERSEKUTUANSEKSI AMA HKBP SLIPI Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak Jakarta, Kamis 9 April 2026 | Volume I • No. 4 • April 2026
BERITA PERSEKUTUAN
SEKSI AMA HKBP SLIPI
Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak

Diterbitkan: April 2026

Seksi Ama HKBP Ressort Slipi • Media & Komunikasi • April 2026

2 thoughts on “BERITA PERSEKUTUAN SEKSI AMA HKBP SLIPI Edisi Khusus: Kebaktian Bulanan Kaum Bapak Jakarta, Kamis 9 April 2026 | Volume I • No. 4 • April 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *