Ibrani 13: 7
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
Renungan:
“Mengingat, Meneladani, Menantikan”
Ayat ini bukan sekadar seruan nostalgia, melainkan undangan rohani untuk melihat iman secara utuh, dari awal panggilan, proses kesetiaan, hingga akhirnya di hadapan Allah. Dalam suasana Adven, mengingat para pemimpin iman berarti menelusuri jejak orang-orang yang hidupnya diarahkan oleh pengharapan akan kedatangan Tuhan. Mereka bukan tanpa kelemahan, tetapi iman mereka teruji oleh waktu dan penderitaan. Adven mengajar kita bahwa iman sejati bukan iman yang tergesa-gesa menuntut hasil, melainkan iman yang setia menunggu, sambil tetap taat.
Penulis Ibrani menekankan: perhatikan akhir hidup mereka. Iman dinilai bukan dari awal yang gemilang, tetapi dari akhir yang setia. Inilah ketajaman Adven: menantikan Kristus yang datang kembali menuntut kesetiaan hari demi hari, bukan euforia sesaat. Meneladani iman para pemimpin berarti belajar hidup dengan arah yang jelas, hidup yang digerakkan oleh janji Allah, bukan oleh situasi.
Renungan ini menantang kita: iman seperti apa yang sedang kita hidupi dan wariskan? Adven bukan hanya tentang menunggu Tuhan datang, tetapi tentang membiarkan hidup kita menjadi kesaksian yang layak diteladani, sampai pada akhirnya kita pun ditemukan setia. Adven mengingatkan: yang menantikan Tuhan dengan setia, tidak akan dipermalukan.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th
