LIPUTAN KEGIATAN
Kebaktian Bulanan Kaum Bapak dan Keluarga HKBP Slipi
“Mengelola Keuangan Keluarga dengan Hikmat dan Takut akan Tuhan”
(Amsal 21:5)
TANGGAL
Kamis, 4 Juni 2026 WAKTU
18.30 WIB TEMPAT
HKBP Ressort Slipi PENGKHOTBAH
Pdt. Bilman Simanungkalit, S.Th
JAKARTA – Seksi Ama HKBP Ressort Slipi menggelar Kebaktian Bulanan Kaum Bapak dan Keluarga HKBP Slipi pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 18.30 WIB, bertempat di HKBP Ressort Slipi. Kegiatan yang didahului dengan makan malam bersama ini diikuti oleh seluruh Kaum Bapak dari Wijk VIII serta Wijk I dan III.
Kebaktian bulanan kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari jemaat, yakni “Mengelola Keuangan Keluarga dengan Hikmat dan Takut akan Tuhan” (Amsal 21:5), sebagaimana tertulis:
Amsal 21:5
“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.”
Khotbah yang Membumi dan Menggugah
Pengkhotbah malam itu, Pdt. Bilman Simanungkalit, S.Th, menyampaikan firman Tuhan dengan pendekatan yang sangat praktis dan membumi. Beliau membuka renungan dengan sebuah pertanyaan reflektif kepada jemaat: “Apa yang biasanya kita lakukan begitu kita menerima gaji bulanan?” — sebuah pertanyaan sederhana yang langsung menyentuh realita keseharian para kepala keluarga.
Pdt. Bilman menggambarkan kondisi yang kerap terjadi di banyak keluarga: gaji masuk langsung habis, belanja berdasarkan keinginan sesaat, cicilan yang terus bertambah, tanpa tabungan, dan tanpa dana darurat. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan soal kemiskinan ekstrem, melainkan soal ruang gerak yang semakin sempit — pendapatan relatif tetap sementara kebutuhan terus naik sedikit demi sedikit.
Pdt. Bilman Simanungkalit, S.Th menyampaikan materi dengan tayangan slide — Kebaktian Bulanan Kaum Bapak & Keluarga HKBP Slipi, 4 Juni 2026
Enam Prinsip Pengelolaan Keuangan Berdasarkan Firman Tuhan
Prinsip 1 Tuhan adalah Pemilik Segala Sesuatu
Berlandaskan Mazmur 24:1, pengkhotbah mengingatkan bahwa seluruh harta yang kita miliki sejatinya adalah milik Tuhan. Kesadaran ini menjadi fondasi utama pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Prinsip 2 Manusia adalah Pengelola (Steward) yang Terencana
Mengacu pada Lukas 16:10, beliau menekankan bahwa kesetiaan dalam perkara kecil — termasuk mengelola keuangan keluarga — adalah cermin karakter seorang kepala keluarga di hadapan Tuhan.
Prinsip 3 Perencanaan Menghindarkan Konsumerisme
Jemaat diajak membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta diingatkan akan bahaya belanja online impulsif, fitur pay later, dan judi online (judol) yang kian menggerus keuangan keluarga.
Prinsip 4 Pengelolaan Keuangan adalah Pemeliharaan Keluarga
Mengelola keuangan dengan baik, terutama menyiapkan masa depan anak-anak, adalah wujud nyata tanggung jawab seorang kepala keluarga dan ayah.
Prinsip 5 Jangan Diperbudak Uang dan Hutang
Tiga langkah konkret: (1) menyisihkan tabungan di awal bulan, bukan dari sisa; (2) menghindari utang konsumtif; dan (3) mengajarkan anak-anak hidup sederhana dan bertanggung jawab.
Prinsip 6 Uang dari Tuhan untuk Dibagi dan untuk Melayani
Pengkhotbah menantang jemaat: “Masih adakah uang untuk persembahan dan pelayanan?” Dari sudut pandang iman Kristen, persembahan bukanlah uang kembalian dari sisa kebutuhan, namun respons iman yang direncanakan sejak awal.
Anggaran Keluarga sebagai Alat Ibadah
Salah satu momen yang menarik perhatian jemaat adalah ketika Pdt. Bilman memaparkan contoh pos pengeluaran bulanan bagi keluarga PNS Golongan 3/C dengan empat anggota keluarga. Dengan total pendapatan Rp10.000.000, ia menunjukkan bagaimana setiap rupiah dapat dialokasikan secara bijak:

Makna Kelimpahan yang Alkitabiah
Menutup khotbahnya, Pdt. Bilman menegaskan bahwa kelimpahan dalam Alkitab tidak selalu berarti rekening yang besar atau kekayaan berlimpah. Kelimpahan sejati adalah hidup yang terkontrol, hati yang tenang, kebutuhan yang tercukupi, dan keluarga yang tetap memuliakan Tuhan di tengah keadaan ekonomi apa pun.
Tiga pilar keseimbangan keuangan keluarga Kristen pun dirumuskan dengan indah:
Amsal 3:9
Menghormati Tuhan dengan harta kita 1 Timotius 5:8
Mengelola keluarga dengan baik Amsal 21:5
Menabung dan merencanakan masa depan dengan bijaksana
Sebagai penutup rangkaian kebaktian, seluruh peserta yang hadir — Kaum Bapak dari Wijk VIII serta Wijk I dan III — berkumpul untuk sesi foto bersama di dalam ruang ibadah HKBP Ressort Slipi. Momen ini menjadi simbol kebersamaan, persekutuan, dan semangat bersama sebagai satu tubuh jemaat yang terus bertumbuh dalam iman dan kekeluargaan.

Suasana kebersamaan tampak hangat dan penuh sukacita. Para bapak dari berbagai wijk hadir mengenakan pakaian formal maupun batik, mencerminkan rasa hormat dan kesungguhan dalam mengikuti kebaktian. Di latar belakang, salib emas yang kokoh berdiri di atas mimbar menjadi pengingat bahwa seluruh kegiatan ini berpusat pada iman kepada Kristus.
Kehadiran keluarga — termasuk para ibu dan kaum muda — menambah kesan bahwa kebaktian bulanan ini benar-benar menjadi perayaan iman seluruh keluarga, bukan sekadar pertemuan para bapak semata. Ekspresi wajah para peserta memancarkan kegembiraan dan keakraban — sebuah bukti nyata bahwa persekutuan Seksi Ama HKBP Ressort Slipi adalah komunitas iman yang saling mendukung, saling menguatkan, dan saling melengkapi dalam perjalanan rohani bersama.
Catatan Redaksi
Kebaktian bulanan ini merupakan bagian dari program rutin Seksi Ama HKBP Slipi dalam periode pelayanan Transformasi HKBP 2024–2028, yang berlandaskan Roma 12:2.
Kiranya melalui kebaktian ini, iman Kaum Bapak semakin diteguhkan, persekutuan semakin erat, dan peran Kaum Bapak sebagai imam, pemimpin, serta teladan iman semakin nyata dalam keluarga dan jemaat.
