RENUNGAN HARIAN Rabu 4 Februari 2026

 

Ezra 1: 3

Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.

 

Renungan:

“Pulang untuk Memulai Lagi Bersama Tuhan”

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ezra 1:3 menceritakan satu peristiwa yang sederhana tetapi sangat dalam maknanya. Setelah bertahun-tahun hidup di pembuangan, jauh dari Yerusalem dan jauh dari Bait Allah, umat Israel akhirnya mendengar kabar yang tidak pernah mereka bayangkan: mereka boleh pulang. Seorang raja asing, Raja Koresh, justru menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan undangan itu. Bukan kebetulan, bukan semata keputusan politik, tetapi pekerjaan Tuhan yang setia pada janji-Nya.

 

Bayangkan perasaan umat saat itu. Sudah lama mereka hidup di negeri orang, membangun hidup baru, bekerja, berkeluarga, dan beradaptasi. Banyak yang mungkin sudah pasrah, berpikir bahwa hidup seperti inilah nasib mereka. Yerusalem hanya tinggal cerita, Bait Allah hanya kenangan. Tetapi Tuhan tidak lupa. Ketika waktu-Nya tiba, Tuhan membuka jalan pulang, bahkan lewat orang yang tidak mereka sangka-sangka.

 

Firman Tuhan berkata, “Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, semoga Allahnya menyertai dia! Biarlah ia berangkat pulang…” Artinya, pulang itu bukan paksaan. Tuhan memanggil, tetapi manusia harus menjawab. Tidak semua orang Israel mau pulang. Sebagian merasa hidup di Babel sudah cukup nyaman. Pulang berarti perjalanan jauh, kota yang hancur, dan pekerjaan berat membangun kembali. Namun justru di situlah iman diuji: memilih kenyamanan atau ketaatan.

 

Pulang ke Yerusalem bukan sekadar kembali ke kampung halaman. Pulang berarti kembali kepada Tuhan. Pulang berarti memperbaiki hubungan yang rusak, menata ulang hidup, dan menempatkan Tuhan kembali di pusat kehidupan. Tujuan mereka jelas: membangun rumah Tuhan. Tuhan tidak hanya ingin umat-Nya hidup lebih enak, tetapi hidup lebih dekat dengan-Nya.

 

Firman ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kadang tanpa sadar, kita juga hidup “jauh” dari Tuhan. Kita sibuk bekerja, mengurus keluarga, mengejar banyak hal, sampai doa menjadi jarang dan iman menjadi dingin. Kita tetap ke gereja, tetapi hati tidak sungguh-sungguh melekat pada Tuhan. Hari ini Tuhan seperti berkata, “Pulanglah. Mulailah lagi bersama-Ku.”

 

Tuhan yang sama masih menyertai kita. Dia tidak menuntut hidup yang sudah rapi dan sempurna. Dia hanya meminta hati yang mau taat dan berani melangkah. Sekalipun hidup kita seperti reruntuhan, Tuhan sanggup membangun kembali. Asal kita mau pulang dan menempatkan Tuhan kembali sebagai yang utama.

 

Kiranya firman ini menguatkan jemaat: Tuhan tidak pernah menyerah atas hidup kita. Selalu ada kesempatan untuk pulang, selalu ada awal yang baru, dan selalu ada penyertaan Tuhan bagi setiap orang yang mau berjalan bersama-Nya. Amin.

 

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *