Roma 11: 36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Renungan:
“Segala Sesuatu untuk Kemuliaan-Nya”
Ayat ini seperti mahkota dari seluruh pemikiran Paulus: hidup ini berasal dari Allah, berlangsung oleh Allah, dan berakhir pada Allah. Ketika Paulus berkata “segala sesuatu adalah dari Dia,” ia menegaskan bahwa hidup, kemampuan, kesempatan, pelayanan, bahkan keberhasilan kecil sekalipun adalah anugerah. Tidak ada yang benar-benar milik atau hasil murni usaha kita. Kesadaran ini menenangkan hati: kita tidak perlu sombong, dan kita tidak perlu iri. Yang kita miliki adalah pemberian Bapa yang tahu persis apa yang kita butuhkan.
Kemudian Paulus melanjutkan: “segala sesuatu adalah oleh Dia.” Artinya, bukan hanya awal hidup kita berasal dari Allah, tetapi setiap langkah pun ditopang oleh tangan-Nya. Kita bisa bertahan dalam tekanan, melewati lembah, atau bangkit dari kegagalan karena Allah yang bekerja dalam kita. Bahkan saat rencana kita tidak sesuai harapan, itu bukan bukti bahwa Allah jauh—melainkan tanda bahwa Ia sedang menata sesuatu yang lebih dalam dalam hidup kita.
Dan puncaknya: “segala sesuatu adalah kepada Dia.” Tujuan hidup orang percaya bukanlah kesuksesan pribadi, nama besar, atau pujian manusia, tetapi kemuliaan Allah. Kita bekerja, melayani, mengasihi, dan berjuang bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita tahu kita sedang hidup “kepada Dia” ketika kita tetap rendah hati dalam keberhasilan, tetap tenang dalam kritik, dan tetap mengasihi orang lain meski tidak dilihat atau dihargai.
Renungan ini mengajak kita bertanya: apakah hidup kita masih berpusat pada “aku”, atau sudah diarahkan pada kemuliaan Allah? Ketika motivasi kita dimurnikan, hidup menjadi lebih ringan, dan setiap hal, besar atau kecil, menjadi ibadah bagi Tuhan. Kiranya setiap aspek hidup kita menjawab tiga kenyataan ini: semuanya dari Dia, semuanya oleh Dia, dan semuanya kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, MTh
