Imamat 1: 1-2
TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.
Renungan:
“Dari Kemah Pertemuan: Memulai Tahun dengan Panggilan Tuhan”
Awal Kitab Imamat bukan sekadar aturan tentang korban bakaran. Ia dimulai dengan sesuatu yang indah dan sangat pribadi: “TUHAN memanggil Musa…”. Sebelum ada perintah, sebelum ada persembahan, ada panggilan. Di sinilah rahmat dimulai, bukan dari manusia yang mencari Tuhan, tetapi dari Tuhan yang lebih dulu memanggil.
Pada awal tahun yang baru, ayat ini mengingatkan kita: perjalanan hidup rohani selalu dimulai dengan suara yang memanggil dari dalam Kemah Pertemuan, dari hadirat Allah sendiri. Sang Pemanggil ingin agar kita datang mendekat, bukan sekadar dengan tangan yang membawa persembahan, tapi dengan hati yang mau diperbarui.
Di dunia yang sibuk dan bising, suara itu sering kali tenggelam: panggilan untuk kembali kepada Tuhan, mempersembahkan waktu, relasi, pekerjaan, dan hidup kita sendiri sebagai tanda syukur dan penyerahan diri.
Persembahan dalam Imamat tidak semata-mata ritual, tapi ungkapan kasih dan keterikatan. Ketika orang Israel mempersembahkan ternaknya, sumber hidup dan penghidupan, mereka belajar bahwa segala yang dimiliki hanyalah titipan. Pada masa kini, Tuhan tidak lagi menuntut korban hewan, tetapi hati yang rela dan taat, hidup yang mau dipakai untuk kemuliaan-Nya.
Di awal tahun ini, Tuhan juga memanggil kita “dari dalam Kemah Pertemuan”, mungkin melalui firman, mungkin melalui situasi yang menantang, atau dalam kesunyian doa pribadi. Suara itu tetap sama: “Datanglah. Persembahkanlah hidupmu.”
Dan ketika kita menjawab panggilan itu, tahun yang baru bukan sekadar angka tambahan di kalender, melainkan awal dari perjalanan baru bersama Allah yang memanggil, menuntun, dan menyertai.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th
