RENUNGAN HARIAN Senin 5 Januari 2026

Keluaran 3: 14
Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Renungan:
Allah Yang Selalu Ada”

Suatu hari, Musa sedang menggembalakan domba di padang gurun. Kehidupan Musa saat itu sederhana, jauh dari keramaian Mesir tempat ia dulu tinggal. Namun di tempat yang sunyi itu, ia melihat sesuatu yang aneh, semak yang terbakar, tetapi tidak hangus. Rasa penasarannya mendorong ia mendekat, dan di sanalah ia mendengar suara yang memanggil namanya, “Musa, Musa.” Musa menjawab, “Ini aku.” Dan sejak saat itu, hidupnya tidak pernah sama lagi.

Tuhan berbicara kepadanya. Tuhan memanggil Musa untuk melakukan tugas besar: membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dari perbudakan menuju kemerdekaan. Tapi Musa takut. Ia merasa tidak mampu, tidak layak, bahkan tidak yakin apakah orang Israel akan percaya kepadanya. Maka ia bertanya kepada Tuhan, “Kalau mereka bertanya siapa nama Allah yang mengutus aku, apa yang harus kukatakan?”

Tuhan menjawab dengan kalimat yang penuh makna: “AKU ADALAH AKU.” Jawaban itu terdengar sederhana, tapi artinya sangat besar. Saat Tuhan berkata “Aku adalah Aku,” Ia sedang memberitahu Musa bahwa Ia adalah Allah yang tidak berubah, Allah yang selalu ada. Ia bukan seperti dewa-dewa Mesir yang hanya kuat di patung atau di cerita, tetapi Ia adalah Allah yang hidup, yang benar-benar hadir di tengah kehidupan manusia.

Dengan kata lain, Tuhan berkata, “Musa, engkau tidak perlu tahu segalanya tentang Aku. Cukup tahu bahwa Aku selalu ada untukmu. Ketika engkau pergi ke Mesir, Aku akan menyertaimu. Ketika engkau takut, Aku akan memberi kekuatan. Ketika engkau tidak tahu apa yang harus dilakukan, Aku akan menuntunmu.” Tuhan tidak menjawab rasa takut Musa dengan banyak kata-kata, tetapi dengan kehadiran-Nya sendiri. Dan itu cukup.

Pesan yang sama juga berlaku bagi kita sekarang. Dalam hidup ini, kita sering menghadapi hal-hal yang menakutkan atau membingungkan. Kadang kita tidak tahu apa yang harus dilakukan atau ke mana harus pergi. Mungkin kita seperti Musa, merasa kecil, tidak yakin, atau terbeban oleh tanggung jawab yang berat. Tapi Tuhan berkata kepada kita juga: “Aku adalah Aku.” Artinya: “Aku tetap ada bersamamu.”

Tuhan yang berbicara kepada Musa di semak yang menyala adalah Tuhan yang sama yang menyertai kita hari ini. Ia tidak pernah meninggalkan kita, tidak pernah berubah oleh waktu, dan tidak pernah lelah menemani anak-anak-Nya.

Saat engkau menghadapi masalah keluarga, pekerjaan, atau penyakit, ingatlah: Tuhan yang “Aku adalah Aku” tetap bekerja dalam hidupmu. Ia tidak selalu menjawab dengan cepat, tapi Ia selalu hadir, memberi kekuatan, menuntun langkah, dan menenangkan hati.

Yang Tuhan ingin kita miliki bukanlah rasa tahu tentang masa depan, tetapi rasa percaya kepada-Nya yang selalu ada. Karena lebih penting dari semua jawaban, adalah kehadiran Allah di hidup kita. Dan ketika kita sadar bahwa Tuhan benar-benar ada bersama kita, maka kita bisa melangkah maju, seperti Musa, dengan hati yang dikuatkan.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *