Menapaki Jalan Salib di Kota Suci

Menapaki Jalan Salib di Kota Suci

 

Perjalanan Rohani Keluarga Wiston Manihuruk bersama Tour Josephine Ministry

 

Yerusalem – 24 Februari 2026

 

Tanggal 24 Februari 2026 menjadi salah satu hari paling padat sekaligus paling mendalam secara rohani bagi Keluarga Wiston Manihuruk dan rombongan Tour Josephine Ministry di Yerusalem. Hari ini rombongan tidak hanya mengunjungi situs-situs sejarah, tetapi berjalan menapaki jejak penderitaan, iman, dan kemenangan Kristus.

 

1. Tembok Ratapan

Tembok Ratapan
Tembok Ratapan

Hari dimulai di Tembok Ratapan, satu-satunya bagian yang tersisa dari kompleks Bait Suci Herodes yang dihancurkan Romawi tahun 70 M.

 

Bagi umat Yahudi, tempat ini adalah titik terdekat dengan ruang Maha Kudus Bait Allah. Di sini rombongan menyaksikan orang-orang berdoa dengan penuh kesungguhan, beberapa menangis sambil menyentuh batu-batu kuno.

 

Bagi peserta ziarah, tempat ini mengingatkan bahwa Allah bekerja dalam sejarah nyata — iman bukan mitos, tetapi kisah yang tertanam dalam batu dan waktu..

 

2. Dome of the Rock

Kubah Emas
Kubah Emas

Dari sana rombongan melihat Dome of the Rock, kubah emas yang berdiri di area Bait Allah.

 

 

 

 

Bagi Islam, tempat ini berkaitan dengan peristiwa Isra Mi’raj.

Bagi Yahudi dan Kristen, kawasan ini diyakini sebagai lokasi Bait Suci Salomo dan tempat Abraham mempersembahkan Ishak.

Kubah Emas
Kubah Emas

Tempat ini memperlihatkan bahwa Yerusalem adalah pusat iman dunia — sebuah kota kecil dengan dampak rohani global.

 

3. Gereja St. Anna

Gereja St. Anna
Gereja St. Anna

Rombongan kemudian mengunjungi Gereja St. Anna, yang menurut tradisi dibangun di atas rumah orang tua Maria, ibu Yesus.

 

Di dalam gereja batu kuno ini, rombongan Tour Josephine Ministry bersama Keluarga Wiston Manihuruk menyanyikan lagu “Haleluya”. Suara pujian menggema memenuhi ruang ibadah dengan sangat indah karena akustik gereja yang luar biasa.

 

Momen ini menjadi pengalaman rohani yang menyentuh hati. Banyak peserta merasakan kedamaian mendalam, seolah-olah pujian itu naik langsung kepada Tuhan dari ruang sejarah iman yang hidup.

 

Tempat ini mengingatkan bahwa karya keselamatan Allah dimulai dari keluarga sederhana yang dipilih-Nya.

 

4. Kolam Bethesda

 

Tak jauh dari St. Anna terdapat Kolam Bethesda, lokasi Yesus menyembuhkan orang lumpuh yang sakit 38 tahun (Yohanes 5).

 

Reruntuhan kolam ini memperlihatkan bahwa Injil bukan hanya cerita rohani, tetapi berkaitan dengan lokasi nyata yang dapat diteliti secara arkeologis.

 

Di sini rombongan merenungkan bahwa Yesus datang bukan hanya untuk jiwa, tetapi juga untuk memulihkan kehidupan manusia secara utuh.

 

5. Via Dolorosa – 14 Perhentian Jalan Salib

Via Dolorosa – 14 Perhentian Jalan Salib
Via Dolorosa – 14 Perhentian Jalan Salib

Inilah puncak perjalanan hari itu. Rombongan mengikuti 14 Perhentian Jalan Salib versi Katolik, mengenang langkah terakhir Yesus menuju Golgota.

 

Perhentian 1 — Yesus dijatuhi hukuman mati

 

Di bekas benteng Antonia, Yesus diadili Pilatus.

Pesannya: keadilan dunia sering gagal, tetapi rencana Allah tetap berjalan.

 

Perhentian 2 — Yesus memikul salib

 

Yesus menerima salib-Nya.

Pesan: setiap murid dipanggil memikul salib hidupnya.

 

Perhentian 3 — Yesus jatuh pertama kali

 

Yesus tersandung di bawah beban.

Pesan: bahkan Anak Allah mengalami kelelahan manusia.

 

Perhentian 4 — Yesus bertemu Maria

 

Ibu dan Anak saling memandang dalam penderitaan.

Pesan: kasih sering hadir tanpa kata.

 

Perhentian 5 — Simon dari Kirene membantu

 

Seorang asing dipaksa membantu Yesus.

Pesan: kadang Tuhan memanggil kita dalam situasi tak direncanakan.

 

Perhentian 6 — Veronika mengusap wajah Yesus

 

Tindakan kasih kecil menjadi abadi.

Pesan: belas kasih sederhana bernilai kekal.

 

Perhentian 7 — Yesus jatuh kedua kali

 

Yesus kembali jatuh.

Pesan: kegagalan berulang bukan akhir perjalanan.

 

Perhentian 8 — Yesus menghibur perempuan Yerusalem

 

Dalam penderitaan, Yesus menguatkan orang lain.

Pesan: kasih sejati tidak berpusat pada diri.

 

Perhentian 9 — Yesus jatuh ketiga kali

 

Yesus jatuh sebelum Golgota.

Pesan: kemenangan sering datang setelah kejatuhan terdalam.

 

Perhentian 10 — Yesus ditanggalkan pakaian-Nya

 

Yesus dipermalukan.

Pesan: penebusan menuntut kerendahan total.

 

Perhentian 11 — Yesus dipaku di salib

 

Paku menembus tangan dan kaki-Nya.

Pesan: kasih Kristus bersifat konkret, bukan simbolis.

 

Perhentian 12 — Yesus wafat di salib

 

Puncak penebusan.

Pesan: kasih Allah mencapai klimaks di Golgota.

 

Perhentian 13 — Yesus diturunkan dari salib

 

Tubuh-Nya diletakkan di pangkuan Maria.

Pesan: penderitaan melahirkan pengharapan baru.

 

Perhentian 14 — Yesus dimakamkan

 

Perjalanan berakhir di Gereja Makam Kudus.

Pesan: bagi dunia ini akhir, bagi iman ini awal kemenangan.

 

Banyak peserta berjalan dalam keheningan, beberapa menangis, karena Jalan Salib bukan lagi kisah jauh — tetapi pengalaman rohani yang hidup.

 

6. Garden Tomb – Kubur Kosong

 

Rombongan kemudian menuju Garden Tomb, yang diyakini banyak kalangan Protestan sebagai lokasi kubur Yesus.

 

Di tempat yang tenang ini, rombongan mengikuti Perjamuan Kudus dipimpin Pdt. Tumpal Simamora.

 

Menerima roti dan anggur di dekat kubur kosong menghadirkan pesan yang kuat:

Yesus tidak tinggal dalam kubur — Ia hidup.

Di tempat yang tenang dan penuh kedamaian ini, rombongan Tour Josephine Ministry mengadakan ibadah dan Perjamuan Kudus yang sangat khidmat, dipimpin oleh Pdt. Tumpal H. Simamora.

 

Saat roti dan anggur dibagikan, suasana hening menyelimuti taman itu. Banyak peserta merasakan kehadiran Kristus yang hidup, bukan sekadar kenangan sejarah.

 

7. Qumran – Gulungan kitab

 

Di gurun Qumran ditemukan Gulungan kitab , naskah Alkitab tertua berusia sekitar 1900 tahun yang isinya sama dengan Alkitab yang kita baca saat ini.

 

Penemuan ini meneguhkan bahwa teks Alkitab yang kita baca saat ini adalah otentik dan terpelihara secara historis.

 

Di tengah gurun sunyi, rombongan diingatkan:

Firman Tuhan bertahan melampaui peradaban.

 

8. Laut Mati

 

Hari ditutup di Laut Mati, titik terendah di bumi. Airnya yang sangat asin membuat tubuh terapung tanpa usaha.

 

Di tempat ini rombongan merenungkan simbol rohani:

di tempat paling rendah pun Tuhan memberi daya angkat.

 

Penutup: Dari Salib Menuju Kebangkitan

 

Hari ini bukan sekadar perjalanan geografis, tetapi perjalanan iman.

 

Dari Tembok Ratapan rombongan belajar tentang kesetiaan Allah.

Dari St. Anna dan Bethesda belajar tentang sejarah keselamatan.

Dari Via Dolorosa belajar tentang harga penebusan.

Dari Garden Tomb belajar tentang kebangkitan.

Dari Qumran belajar tentang Firman yang kekal.

Dari Laut Mati belajar tentang anugerah.

 

Bagi Keluarga Wiston Manihuruk dan rombongan Josephine Ministry, hari ini menjadi kesaksian hidup bahwa iman Kristen bukan legenda, melainkan sejarah yang dapat dilihat, disentuh, dan dialami.

 

Kristus telah mati. Kristus telah bangkit. Kristus hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *