📖 PERJALANAN ROHANI
Yerusalem – Betlehem, 23 Februari 2026
Menapaki Jejak Keselamatan dari Bukit Zaitun hingga Padang Gembala
(Catatan perjalanan rohani keluarga Wiston Manihuruk di Tanah Suci)
Pagi itu Yerusalem menyambut kami dengan udara dingin dan langit biru pucat. Batu-batu kota tua memantulkan cahaya matahari musim dingin, seolah menyimpan ribuan tahun sejarah iman yang tak pernah padam.
Tanggal 23 Februari 2026 menjadi hari ziarah yang sangat padat sekaligus sangat menyentuh. Dalam satu hari, kami menapaki tempat-tempat yang mencakup hampir seluruh rangkaian karya keselamatan: dari doa Yesus, penderitaan-Nya, hingga kelahiran-Nya di Betlehem.
Hari ini bukan sekadar perjalanan wisata. Ini adalah perjalanan iman.
⸻
🌄 Bukit Zaitun — Kota yang Dilihat Yesus
Kami memulai perjalanan dari Bukit Zaitun. Dari ketinggian ini, Kota Tua Yerusalem terlihat jelas: tembok batu kuno, Kubah Emas, dan jalan-jalan sempit yang telah dilalui jutaan peziarah sepanjang sejarah.
Di bukit inilah Yesus:
• mengajar murid-murid-Nya
• menangisi Yerusalem
• dan dari sinilah Ia naik ke surga
Berdiri di tempat ini membuat kami sadar: pemandangan yang kami lihat adalah pemandangan yang sama yang dilihat Yesus dua ribu tahun lalu.
⸻
⚰️ Kuburan di Lereng Bukit Zaitun — Kota Pengharapan
Lereng Bukit Zaitun dipenuhi kuburan batu kuno milik umat Yahudi. Tradisi mereka percaya bahwa di sinilah kebangkitan pertama akan terjadi pada akhir zaman.
Pemandangan kuburan yang tak berujung ini mengingatkan kami bahwa Yerusalem bukan hanya kota sejarah, tetapi kota pengharapan akan kehidupan kekal.
⸻
🙏 Gereja Eleona — Tempat Doa Bapa Kami
Di tempat ini Yesus mengajarkan doa yang paling dikenal umat Kristen: Doa Bapa Kami.
Dinding gereja dipenuhi tulisan doa tersebut dalam ratusan bahasa. Kami membaca versi Indonesia, lalu melihatnya dalam bahasa lain dari berbagai bangsa.
Tempat ini mengingatkan kami bahwa doa yang diajarkan Yesus melampaui batas budaya, bangsa, dan zaman
⸻
🌳 Taman Getsemani & Gereja Segala Bangsa — Malam Pergumulan Yesus
Di kaki Bukit Zaitun, kami tiba di Taman Getsemani.
Di sinilah Yesus berdoa dengan sangat sedih sebelum ditangkap.
Ia berkata: “Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang jadi.”
Beberapa pohon zaitun di taman ini dipercaya berusia ribuan tahun. Kami berdiri dalam keheningan, membayangkan malam ketika Yesus bergumul sendirian.
Di atas batu tempat Yesus berdoa kini berdiri Gereja Segala Bangsa, dengan interior gelap yang menggambarkan malam penangkapan-Nya.
⸻
🐓 Gereja Ayam Berkokok — Kisah Penyangkalan Petrus
Gereja ini dibangun di lokasi rumah Imam Besar Kayafas.
Di sinilah Petrus menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.
Peristiwa ini menjadi simbol kelemahan manusia dan kasih pengampunan Tuhan.
Tangga batu kuno di dekat gereja dipercaya sebagai jalan yang dilalui Yesus ketika dibawa ke pengadilan malam itu.
⸻
🍞 Ruang Perjamuan Terakhir — Perintah Kasih
Kami melanjutkan perjalanan ke ruang perjamuan terakhir di Bukit Sion.
Di ruangan sederhana ini Yesus:
• membasuh kaki murid
• menetapkan Perjamuan Kudus
• memberi perintah kasih
Tempat ini terasa hening dan sakral, mengingatkan bahwa inti iman Kristen adalah kasih yang melayani.
⸻
☁️ Kapel Kenaikan Yesus — Pengharapan Gereja
Kapel kecil ini dipercaya sebagai tempat Yesus naik ke surga.
Di dalamnya terdapat batu yang menurut tradisi menyimpan bekas kaki Yesus sebelum Ia terangkat ke surga.
Di sini kami merenung: Yesus tidak hanya mati dan bangkit, tetapi hidup dan memerintah selamanya.
⸻
⭐ Betlehem — Gereja Kelahiran Sang Juruselamat
Perjalanan berlanjut ke Betlehem.
Di bawah gereja kuno terdapat gua tempat Yesus dilahirkan.
Sebuah bintang perak menandai lokasi kelahiran Sang Juruselamat.
Masuk ke gua ini menghadirkan kesunyian yang dalam: di tempat sederhana inilah Allah datang menjadi manusia.
⸻
🐑 Padang Gembala — Gua Para Gembala dan Gereja Sukacita
Kunjungan kami ditutup di Padang Gembala.
Di kawasan ini terdapat gua-gua alami tempat para gembala dahulu berlindung sambil menjaga kawanan domba pada malam hari. Gua-gua ini sederhana dan sunyi, mencerminkan kehidupan orang kecil yang pertama kali menerima kabar keselamatan.
Di sinilah malaikat berkata:
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat.”
Di atas lokasi ini kini berdiri Gereja Padang Gembala yang dibangun oleh Ordo Fransiskan. Bentuknya menyerupai tenda gembala, dengan lukisan-lukisan yang menggambarkan:
• malaikat menampakkan diri
• para gembala menuju Betlehem
• sukacita kelahiran Kristus
Tempat ini menegaskan bahwa Tuhan sering menyatakan kemuliaan-Nya melalui kesederhanaan.
⸻
✨ Penutup Refleksi Ziarah
Hari ini kami berjalan:
• dari tempat Yesus mengajar
• ke tempat Ia berdoa
• ke ruang perjamuan-Nya
• ke tempat kenaikan-Nya
• hingga ke tempat kelahiran-Nya
Seakan dalam satu hari kami menyusuri seluruh kisah keselamatan.
Perjalanan ini meneguhkan iman kami bahwa Alkitab bukan sekadar cerita, tetapi sejarah nyata yang terjadi di tanah yang kami pijak.
Dan lebih dari itu, ziarah ini mengingatkan kami bahwa perjalanan iman sejati bukan hanya ke Tanah Suci — tetapi perjalanan hati untuk semakin dekat kepada Tuhan.
