RENUNGAN HARIAN Jumat 13 Februari 2026

 

Mazmur 46: 2
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

Renungan: “Sangat Terbukti”

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus. Ayat ini bukan sekadar pernyataan teologis, tetapi kesaksian iman. Pemazmur tidak berkata “mungkin menolong” atau “kadang-kadang menolong”, melainkan “sangat terbukti”. Artinya, Allah sudah diuji dalam pengalaman hidup dan Ia setia.

Mazmur 46 lahir dalam konteks kegoncangan. Ayat-ayat berikutnya berbicara tentang bumi berubah, gunung-gunung goyang, laut bergelora, bangsa-bangsa ribut. Ini gambaran krisis besar: baik secara alamiah maupun politis. Namun di tengah kegoncangan itu, pemazmur memulai dengan keyakinan: Allah adalah tempat perlindungan.

Kata “tempat perlindungan” menunjuk pada benteng atau kubu pertahanan. Dalam dunia kuno, kota yang memiliki benteng kuat akan tetap berdiri meskipun diserang. Pemazmur ingin berkata: ketika hidup diserang masalah, ketika keluarga diguncang persoalan, ketika pelayanan menghadapi tekanan, kita punya benteng rohani, yaitu Allah sendiri.

Ia juga disebut “kekuatan”. Bukan hanya tempat bersembunyi, tetapi sumber daya untuk bangkit. Ada kalanya kita tidak hanya butuh perlindungan, tetapi juga tenaga baru untuk melanjutkan langkah. Allah bukan hanya melindungi dari luar, tetapi menguatkan dari dalam.

Dan yang paling menghibur adalah kalimat terakhir: “sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” Kesesakan berarti situasi sempit, terjepit, tanpa jalan keluar. Dalam keadaan seperti itu, sering kali manusia merasa sendirian. Namun firman Tuhan berkata: Allah hadir dan pertolongan-Nya nyata.

“Sangat terbukti” berarti Allah sudah berulang kali menunjukkan kesetiaan-Nya dalam sejarah umat-Nya, dari Mesir, padang gurun, peperangan, pembuangan, hingga dalam pengalaman pribadi setiap orang percaya. Jika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat jejak pertolongan Tuhan yang tidak pernah gagal.

Renungan ini mengajak kita untuk bertanya: ketika kesesakan datang, kepada siapa kita berlari? Kepada kekuatan diri? Kepada manusia? Atau kepada Tuhan? Mazmur ini mengajarkan bahwa respons pertama orang beriman bukanlah panik, melainkan berlindung.

Sebagai pelayan Tuhan, sebagai kepala keluarga, sebagai jemaat yang hidup di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ayat ini menjadi dasar ketenangan. Kita boleh menghadapi gelombang, tetapi kita tidak tenggelam, karena kita berada dalam perlindungan-Nya.

Kiranya setiap kali kita membaca Mazmur 46:2, kita tidak hanya menghafalnya, tetapi mengalaminya. Dan suatu hari, kita pun dapat bersaksi seperti pemazmur: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, dan sebagai penolong dalam kesesakan, Ia sungguh sangat terbukti. Amin.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *