“AKAR YANG KUAT, POHON YANG BERBUAH”

“AKAR YANG KUAT, POHON YANG BERBUAH”

Inspired by ‘The Speed of Trust’, a book written by Stephen M.R. Covey in 2006

Dalam salah satu ilustrasi kepemimpinan, kepercayaan digambarkan seperti sebuah pohon.

Yang terlihat oleh mata adalah batang, daun, dan buahnya.

Namun yang menentukan hidup-matinya pohon justru ada di bawah tanah: akarnya.

Begitu juga dengan kepercayaan dalam gereja.

Sering kali kita ingin melihat hasil yang besar, seperti:

jemaat yang rukun, pelayanan yang maju, program yang berhasil, reputasi gereja yang baik.

Tetapi semua itu tidak muncul begitu saja.

Ia bertumbuh dari sesuatu yang tidak selalu terlihat: karakter dan integritas.

1. AKAR: Karakter dan Integritas

Akar pohon adalah karakter.

Di dalamnya ada kejujuran, keadilan, ketulusan, dan keaslian hidup.

Pelayanan tanpa karakter hanya akan melahirkan kekecewaan.

Jabatan tanpa integritas hanya akan melahirkan luka.

Namun ketika pelayan Tuhan hidup jujur, adil, dan tulus,

kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya.

Gereja yang kuat bukan hanya gereja yang pandai berbicara,

tetapi gereja yang bisa dipercaya.

2. BATANG: Niat dan Hati yang Benar

Di atas akar ada batang: niat dan maksud hati.

Apakah kita melayani karena kasih,

atau karena ingin dihargai?

Apakah kita bekerja demi Tuhan,

atau demi nama sendiri?

Niat yang benar terlihat dari sikap:

peduli, terbuka, mau mendengar, dan tidak tertutup.

Jika hati bersih, pelayanan menjadi terang.

3. DAHAN: Kemampuan dan Kompetensi

Daun dan cabang adalah kemampuan:

pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kecakapan melayani.

Pelayanan memang butuh kemampuan.

Kita perlu belajar, berlatih, dan bertumbuh.

Namun kemampuan tanpa karakter akan rapuh.

Sebaliknya, karakter yang baik akan menolong kemampuan dipakai dengan benar.

4. BUAH: Hasil yang Terlihat

Buah dari pohon kepercayaan adalah:

pelayanan yang berdampak,

jemaat yang percaya,

gereja yang dihormati,

dan kesaksian yang hidup.

Orang percaya bukan karena kita hebat berbicara,

tetapi karena mereka melihat hidup yang konsisten.

Penutup

Gereja tidak dibangun hanya dari panggung dan program.

Gereja dibangun dari hati yang jujur,

niat yang bersih,

kemampuan yang terus diasah,

dan hidup yang setia.

Jika akar kita kuat,

pohon kita akan sehat.

Jika karakter kita benar,

kepercayaan akan bertumbuh.

Dan ketika kepercayaan hidup,

pelayanan akan berbuah bagi kemuliaan Tuhan.

__Soli Deo Gloria

15 Januari 2026

Christofel P. Simanjuntak

 

 

 

 

 

 

One thought on ““AKAR YANG KUAT, POHON YANG BERBUAH”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *