RENUNGAN HARIAN Jumat 2 Januari 2026

Kejadian 1: 1

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Renungan:

“Pada Mulanya Allah”

Setiap kali tahun berganti, kita seperti berdiri di tepi jalan yang panjang, menatap ke belakang melihat jejak yang sudah dilalui, dan menatap ke depan sambil bertanya-tanya: Apa yang akan terjadi kemudian? Ada suka cita, ada syukur, tapi juga ada rasa takut, lelah, bahkan mungkin sesal atas hal-hal yang belum terselesaikan.

Di tengah suasana itulah, Tuhan berbisik lewat firman-Nya di Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kalimat ini tampak sederhana, tapi sesungguhnya sangat dalam. Firman ini mau mengingatkan kita bahwa setiap “awal” dalam hidup, termasuk awal tahun ini, selalu lebih kuat kalau dimulai dengan Allah. Sebab, pada mulanya bukan ada rencana, bukan ada usaha manusia, bukan ada harapan kosong. Yang ada hanyalah Allah, dan dari Dialah segala sesuatu mendapat kehidupan.

Bayangkan keadaan dunia saat itu: gelap, kosong, tak berbentuk. Namun ketika Allah berfirman, segala sesuatu mulai menemukan tempat dan maknanya. Begitu juga dengan kita. Ada masa ketika hidup terasa kacau dan gelap, ketika hari-hari hanya diisi rutinitas tanpa arah. Tapi begitu Allah masuk dan berfirman ke dalam hidup kita, terang pun mulai muncul.

Sang Pencipta yang Masih Bekerja. Yang indah dari Kejadian 1 bukan cuma kisah awal dunia, tapi pesan ini: Allah masih mencipta. Dia tidak berhenti bekerja. Jika Ia dulu mencipta langit dan bumi, hari ini Ia juga mencipta ulang hati yang hancur, memulihkan semangat yang redup, dan menata hidup yang berantakan. Setiap kali kita membuka hati untuk-Nya, Ia berkata lagi, “Jadilah terang”, dan terang itu mengubah segalanya.

Mungkin kita tidak tahu apa yang akan terjadi tahun ini. Tidak semuanya akan mudah. Tapi kita punya dasar kuat: Allah yang memulai, Allah juga yang menyertai. Dia Tuhan yang tidak hanya menciptakan alam semesta, tapi juga menciptakan kesempatan baru untuk kita yang lemah dan rapuh.

Awali Tahun Ini dengan Allah di Tengah. Jadi, ketika kita menulis resolusi, membuat rencana, atau sekadar berharap akan hari-hari yang lebih baik, ingatlah satu hal:

Arahkan pandangan kita ke “Pada mulanya Allah.” Biarlah setiap niat, keputusan, dan langkah dimulai bersama Dia. Karena tanpa Allah di awal, segala permulaan cepat kehilangan arah. Tapi bila Allah di awal, maka setiap pergumulan pun bisa bermakna, sebab kita tahu siapa yang memegang kendali. Tahun Baru bukan sekadar ganti kalender. Ini adalah kesempatan untuk memulai kembali, bukan dari nol, tapi dari Allah.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *