Refleksi Advent: “Hidup yang Lupa Di -update”
Jakarta, 7 Desember 2025
Oleh: Christofel P. Simanjuntak
Ada satu hal yang hampir semua orang pernah alami: punya ponsel bagus… tapi makin lama kok makin lemot.
Awalnya sih sabar, ya namanya juga barang dipakai. Tapi lama-lama, buka kamera lama, buka chat lambat, buka galeri langsung hang.
Sampai akhirnya kita sadar:
selama ini setiap ada notifikasi update kita tekan “Nanti.”
“Nanti .”
“Nanti deh.”
“Nantilah.”
Sampai ponsel itu menyerah sendiri.
Dan anehnya, masalah itu baru terasa parah justru saat kita butuh ponsel itu yang paling bagus performanya, pas mau foto momen penting, pas mau kirim dokumen, pas mau video call orang tersayang…. Abagoh, malah macet.
Begitulah hidup.
Sederhana… tapi sering kita abaikan.
Kita bukan rusak.
Kita cuma tidak pernah diperbarui.
Advent: Waktu Untuk Mengintip Isi “Memori Hati”
Advent datang tiap tahun, tapi jujur saja…
sering kali kita menyambutnya cuma dengan pasang dekorasi, beli lilin, atau ribut soal persiapan Natal.
Padahal Advent itu sebenarnya kayak notifikasi yang muncul diam-diam: “Update diperlukan.”
Tapi kita pintar menghindar:
“Aduh sibuk.”
“Belum mood.”
“Nantilah kalau lagi tenang.”
“Aku tahu kok… cuma belum siap.”
Kedengarannya puitis, tapi sebenarnya itu cuma alasan halus.
Sementara itu, memori hati kita makin penuh oleh:
• kepahitan yang disimpan terlalu lama,
• luka lama yang kita simpan dalam folder tersembunyi,
• kekhawatiran yang kita sembunyikan,
• kebiasaan buruk yang kita anggap sepele,
• dan dosa kecil yang kita bela dengan alasan manis.
Lalu kita bertanya:
“Kenapa hidupku berat, ya?”
“Kenapa aku gampang capek secara batin?”
“Kenapa aku gampang marah, tersinggung, kecewa?”
Jawabannya kadang simpel:
sistem hati kita penuh sampah yang belum dibersihkan.
Yohanes Pembaptis: Alarm Rohani yang Tidak Bisa Di-snooze
Di tengah masa Advent, bacaan gereja membawa kita pada suara seorang nabi yang tidak suka basa-basi: Yohanes Pembaptis.
Ia tidak muncul di kota, tidak pakai pakaian rapi, tidak memesona.
Dia muncul di padang gurun, tempat sepi, dan teriak: “Bertobatlah!”
Kalau Yohanes hidup sekarang, mungkin dia bukan teriak di padang gurun.
Mungkin dia akan muncul di IG Reels kita, atau nongol di FYP TikTok kita sambil bilang:
“Bro, Sis… hidupmu perlu di-update.”
Provokatif? Ya!
Tapi justru itu yang kita butuhkan.
“Kita butuh suara yang mengganggu kenyamanan kita, supaya kita bangun dan sadar.”
Yesus: Bukan Penghakim, Melainkan Pembaharu
Lalu datanglah Yesus, Sang Raja Damai.
Ia bukan datang membawa daftar kesalahan kita satu per satu.
Ia datang membawa pembaruan.
Mazmur 72 menggambarkan Raja yang peduli, mengangkat yang tertindas, menolong yang lemah.
Dan Yesus datang bukan untuk menilai kita dari luar, tapi memperbaiki kita dari dalam.
Ia seakan berkata: “Ayo, kasih Aku akses untuk memperbaiki sistem hidupmu.”
Masalahnya…
banyak dari kita hanya mau Yesus mengubah keadaan, bukan mengubah diri.
Kita ingin damai, tapi malas merapikan pikiran.
Kita ingin berkat, tapi tidak mau meninggalkan kebiasaan buruk.
Kita ingin hidup ringan, tapi ogah melepaskan beban lama.
Update itu butuh proses.
Tapi hasilnya?
Hidup terasa lebih lega dan itu real.
Advent: Saatnya Membuang Sampah dan Memperbarui Sistem
Coba tanya diri sendiri:
Apa yang sebenarnya menghambatmu selama ini?
Apa yang kamu tunda untuk diperbaiki?
Apa yang perlu kamu lepaskan?
Kadang update itu kecil:
• mulai berdoa lagi, walau cuma 2 menit,
• berhenti membalas dengan marah,
• membuka hati untuk berdamai,
• jujur terhadap diri sendiri,
• belajar kembali mempercayai Tuhan.
Tetapi dari hal kecil itu Tuhan bisa bekerja besar.
Penutup: Waktunya Menekan Tombol “Update Now”
Advent lebih dari sekadar lilin yang menyala atau liturgi yang kita ulang setiap tahun. Advent adalah momen ketika Tuhan menepuk bahu kita dan berkata:
“Sudah waktunya diperbarui.”
“Jangan tunda lagi.”
“Aku ingin hatimu siap saat Aku datang.”
Dan mungkin, untuk pertama kali dalam hidup, kita berani menekan tombol yang selama ini kita hindari: UPDATE NOW.
Tak perlu menunggu sempurna.
Yang Tuhan butuhkan hanya satu: hati yang mau diperbarui.
Selamat menyambut Advent.
Selamat diperbarui kembali.
_Soli Deo Gloria
