RENUNGAN HARIAN Rabu 3 Desember 2025

Mazmur 28: 7

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

Renungan:

“Kekuatan yang Menyala di Tengah Penantian”

Dalam suasana Advent, ketika gereja mempersiapkan hati menyambut kedatangan Kristus, Mazmur 28:7 datang seperti cahaya hangat yang menembus dinginnya pergumulan hidup. Daud tidak menulis ayat ini dari tempat yang nyaman; ia mengucapkannya dari lembah ancaman, ketakutan, dan ketidakpastian. Justru di saat itulah ia berkata: “Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku.”

Advent mengundang kita memasuki ruang penantian. Dan penantian itu sering bukan kosong, ia dipenuhi rasa lelah, kecewa, atau kekhawatiran akan masa depan. Tetapi Mazmur ini mengajar bahwa kekuatan sejati tidak lahir dari keadaan yang baik, melainkan dari kehadiran Allah yang tetap bekerja meski kita belum melihat jawabannya.

Ketika Daud berkata “kepadanya hatiku percaya,” ia sedang memilih untuk menaruh seluruh berat hidupnya di dalam tangan Allah. Kepercayaan itu bukan perasaan, melainkan keputusan iman. Dan keputusan itu melahirkan pengalaman: “aku tertolong.” Dalam Advent, kita tidak hanya menunggu sesuatu terjadi; kita menunggu Dia yang sudah bekerja bahkan sebelum kita menyadarinya.

Advent menyalakan nyanyian syukur bukan karena semua masalah telah selesai, tetapi karena Penolong itu sudah dekat, Dia yang lahir dalam kesederhanaan Betlehem, tetapi membawa damai bagi dunia yang letih. Nyanyian syukur Daud menjadi nyanyian gereja: syukur karena Allah menjadi perisai kita, syukur karena Kristus yang datang pertama menjanjikan kedatangan-Nya kembali dengan kemuliaan.

Dalam penantian Advent ini, mari belajar melihat pertolongan Allah di tengah hal-hal sederhana: kekuatan yang muncul saat kita hampir menyerah, damai yang hadir di tengah kekhawatiran, dan sukacita yang tiba-tiba menyala di tengah malam gelap. Semua itu adalah jejak kehadiran-Nya.

Kiranya hati kita, seperti Daud, dapat berkata: “Aku tertolong.” Dan dalam pertolongan itu, kita berjalan menuju Natal dengan nyanyian syukur yang baru. Amin.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam, Pdt. Tumpal H. Simamora, M.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *